banner image

Tak tahu harga sebuah pelajaran

Keluargaku mengajariku untuk hemat dalam menggunakan uang. Seolah-olah mereka ingin aku tahu bagaimana seharusnya aku hidup dengan uang yang terbatas. Dan memang hidupku sudah sangat sederhana. Aku tidak suka jajan. Soal uang aku menjadi sangat perhitungan. Sangat sering aku kehabisan uang dan aku selalu harus bisa hemat dan hemat.

Aku benci makanan mahal. Di dunia ini yang paling boros itu makanan. Murah atau mahal, makanan hanya bikin kenyang beberapa jam, setelah itu tidak ada harganya lagi. Kadang aku merasa bangga sekaligus jenuh, beberapa kali aku cuma beli tempe, lalu kuoseng. Sisanya kugoreng.

Memang, kemiskinan itu tidak mengenakkan. Dengan menjadi ''semacam orang miskin" aku memang jadi sadar bagaimana rasanya hidup sederhana dan dengan uang pas-pasan. Kedua orang tuaku pegawai negeri. Rumah mewah. Serba punya. Tapi anaknya dibikin hidup sangat sederhana. Ah, aku tak tahu harga sebuah pelajaran. Aku akan tahu bahwa harga sebuah pelajaran itu akan dipetik pada masa-masa mendatang.

Semua itu aku sadari bahwa pelajaran hidup itu lebih berharga daripada harta.
Tak tahu harga sebuah pelajaran Tak tahu harga sebuah pelajaran Reviewed by Afrianto Budi on Minggu, September 18, 2011 Rating: 5

Tidak ada komentar:

Terimakasih Anda sudah mengunjungi blog ini

Diberdayakan oleh Blogger.