banner image

Berani menghadapi kekalahan (lagi)?

Aku adalah orang yang takut kalah. Aku tidak mau kalah. Kalau boleh memilih, aku ingin selalu menjadi pemenang. Setidaknya, apa yang aku impikan tercapai. Selama ini aku merasa selalu menang. Sejak 'kekalahanku' mendapatkan nilai yang tinggi di UNAS SMP, tak akan kuizinkan kekalahan demi kekalahan menyusul lagi. Dan akhirnya, aq selalu terobsesi menjadi pemeang dan mengalahkan setiap 'pertempuran'.

Aku benci kekalahan. Melihat kekalahan timnas malam ini, aku pun merasa sangat geram. Aku tidak terima timnas selemah itu. Aku merasa mereka bodoh... Ya sudah pasti lah, aku tidak tahu bagaimana rasanya bermain di sana. Tapi sebagai penonton aku merasa berhak kesal dan menyatakan kekecewaanku.

Aku merindukan kemenangan timnas! ^,^
Takut kalah membuat jantungku berdetak lebih keras. Aku tidak merasa terlalu terganggu dengan perasaan ini. Ini karakterku. Aku membangun karakterku ini sendiri. Rasa takut kalah dan rasa ingin selalu menjadi pemenang dan tidak menjadi seorang looser membuatku seperti ini, ambisius, sekaligus semangat, gigih, bekerja keras, merelakan waktuku yang berharga untuk mendapatkan kemenangan. Bagiku tak ada waktu untuk menjadi seorang pecundang.

Hidup itu keras. Maka akupun memperlakukan diriku dengan keras. Aku tidak ingin aku menjadi lembek, lemah, tidak tahan banting. Inilah caraku untuk menjadi seorang pemenang. Aku sendiri merasa tak berdosa ketika menjadikan kemenanganku atas yang lain menjadi kemenangan bagi diriku sendiri.

Kalau begitu apakah aku egois? Tidak. Aku merasa ambisiku untuk menang tidak egois. Aku sangat menghargai kerja sama. Aku menyukai kerja tim. Aku senang bekerja dalam kelompok. Aku senang menang dalam tim, tetapi aku tidak mau timku kalah dari tim yang lain.

Ambisiku untuk menjadi menang tidak boleh disamakan dengan single fighter. Kalau saatnya kerja sendiri aku harus menang. Kalau aku kerja dalam tim, aku harus memenangkan perasaanku, perasan timku, dan memenangkan kelompokku.

Ambisi menang adalah api yang memacuku untuk semangat dan membawa diriku dan timku meraih kemenangan.
Berani menghadapi kekalahan (lagi)? Berani menghadapi kekalahan (lagi)? Reviewed by Afrianto Budi on Selasa, September 06, 2011 Rating: 5

Tidak ada komentar:

Terimakasih Anda sudah mengunjungi blog ini

Diberdayakan oleh Blogger.