Jumat, 15 Juni 2012

Resensi Buku “5 Kota Paling Berpengaruh di Dunia”

|

Buku ini sudah diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia lalu dibakar. Tapi bagus begitu, lebih baik Gramedia membakar buku itu daripada Gramedia dibakar karena buku itu. Terlepas dari pelecehan sang Nabi, sebenarnya apa sih isi buku itu?
Sesuai dengan judulnya, buku ini meneliti bagaimana dan mengapa kota Yerusalem, Athena, Roma, London, dan New York muncul dan masing-masing membawa pengaruh tersendiri dalam mendominasi panggung dunia. Kelima negara itu mengarahkan kekayaan dan kekuasaan, mempengaruhi iman dan kepercayaan, memicu  ketakutan dan kesetiaan, membawa perang dan penaklukan, dan membentuk dunia seperti yang kita alami hari ini. Douglas Wilson mengolah runtutan sejarah masa lalu hingga sekarang dengan sederhana sehingga pembaca mampu mengkontemplasikannya.
Sebelum dibakar, saya sempat membeli buku ini. Buku ini sebenarnya cukup dibaca begitu saja sampai habis. Hasilnya? Tidak ada pengetahuan yang baru. Saya membaca kembali buku itu ketika ada berita pembakaran oleh Gramedia karena ada halaman yang dianggap menghina Nabi. Oh, tidak sengaja saya melewatkan itu begitu saja.
Kembali ke buku ini. Buku ini memberikan gambaran singkat tentang sejarah orang Yahudi, Yunani, Romawi, Inggris, dan Amerika. Masing-masing ditulis dengan jumlah halaman yang proporsional lalu ditutup dengan ringkasan singkat tentang warisan abadi dari kota-kota tersebut.
Mudah dipahami; Yerusalem memberikan warisan rohani dan agama, Athena meninggalkan warisan politik, filsafat, dan seni. Roma memberikan sumbangan keadilan dunia di bawah hukum, London mewariskan sastra dunia, lalu New York meninggalkan perdagangan dan beberapa warisan dari keempat kota lainnya.
Buku ini bisa dianggap sebagai buku sejarah. Namun Wilson tidak mengartikan beberapa peristiwa sejarah dengan cara yang standar dari berbagai peristiwa sejarah, sehingga bisa mendorong pembaca ke pemahaman dan kesan yang salah. Dia juga mengasumsikan kronologi kuno yang tidak semua orang akan setuju terhadapnya.
Hal baik dalam buku ini adalah bahwa penulis dengan kritis mampu untuk menghubungkan bersama apa yang terjadi di berbagai belahan dunia pada waktu tertentu. Tetapi mereka yang tahu banyak soal sejarah akan sangat mudah membaca dan menikmati buku ini.
Sayang bahwa buku ini dibakar sebelum dikritisi. Membakar buku bukankah membakar peradaban? Memang peradaban semakin menimbulkan ketakutan.


Oleh Aan Anak Bangsa

Download buku Lima Kota yang kontroversial itu di sini

Untuk menggunakan emoticon ini, COPAS kode ke kotak komentar
:a: :b: :c: :d: :e: :f: :g: :h: :i:
:j: :k: :l: :m: :n: :o: :p: :q: :r:
:s: :t: :u: :v: :w: :x: :y: :z: :ab:
Comments
0 Comments

0 komentar:

Poskan Komentar

Terimakasih Anda sudah mengunjungi blog ini

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Anda akan menerima kiriman posting terbaru dari blog ini melalui email. Masukkan alamat email kamu, lalu periksa email anda: